Mendapat Lebih Banyak Pembeli dengan Facebook Funnel
Anda sudah spend banyak untuk iklan Facebook tapi masih belum ada hasil?
Atau Anda merasa targeting Anda sudah tepat tapi belum ada yang beli?
Atau Anda merasa targeting Anda sudah tepat tapi belum ada yang beli?
Mungkin karena anda melakukan hard selling.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Jadi begini, tujuan orang berada di Facebook adalah untuk bersosialisasi, maka ketika melihat iklan misalnya menawarkan life insurance, orang langsung berpikir untuk menolak,
“Saya tidak butuh life insurance, buat apa saya beli?”
Beda ketika kita akan jalan-jalan ke Eropa dan perlu beli life insurance untuk ngurus visa. Kitapun googling ‘travel insurance’. Begitu muncul iklan tentang itu, maka kemungkinan besar kita akan klik.
Mengapa?
Karena kita sudah punya buying intention dan siap untuk membeli.
Sedangkan di Facebook, tujuan kita untuk socialize.

Nah, sekarang tugas kita di Facebook adalah…
Bagaimana MEN-GENERATE DEMAND dari orang yang sebelumnya tidak punya buying intention, kita mengeducate mereka sampai akhirnya mereka menjadi pembeli.
Disinilah kita terapkan FACEBOOK FUNNEL.
Sebelumnya kita perlu tahu apa itu customer journey?
CUSTOMER JOURNEY, adalah:
Proses audience dari belum mengenal Anda sampai pada akhirnya mereka siap untuk membeli produk Anda, yang terdiri dari 3 jenis temperature audience.
Proses audience dari belum mengenal Anda sampai pada akhirnya mereka siap untuk membeli produk Anda, yang terdiri dari 3 jenis temperature audience.
Cold : Audience yang masih belum aware dgn anda atau produk Anda.
Warm : Mereka sudah mulai mempertimbangkan untuk membeli produk Anda.
Hot : Mereka sudah siap untuk membeli.
Warm : Mereka sudah mulai mempertimbangkan untuk membeli produk Anda.
Hot : Mereka sudah siap untuk membeli.
Ketiganya tentu perlu approach yang berbeda…

Untuk audience yang masih belum aware dengan kita, kita perlu mengedukasi mereka, misalnya dengan membuat video atau menulis artikel/blog tentang manfaat insurance. Tujuannya untuk mengedukasi agar mereka aware dengan manfaat insurance. Di sini Anda tidak membutuhkan komitmen dari mereka maupun email atau nomor handphone. Anda memberikan pure valuable content ke mereka.
Jika mereka sudah mengerti manfaat insurance, maka mereka akan memasuki tahap consideration, dimana mereka akan mempertimbangkan apakah mau beli atau tidak
Di tahap ini Anda bisa melanjutkan misalnya dengan memberikan simulasi insurance secara gratis dimana mereka cukup memberikan data mereka berupa email atau nomor tlp dengan harapan mereka jadi lebih tertarik lagi sehingga mereka menjadi siap untuk membeli
Tahap berikutnya, anda perlu lebih meyakinkan mereka lagi dengan cara memfollow-up dengan mengirim email atau bisa juga Anda langsung contact mereka.
Berikan perbandingan mengapa mereka harus membeli produk anda dan bukan dari competitor Anda. Atau bisa juga Anda memberikan mereka testimoni dari customer-customer anda sebelumnya.
Lalu.. BAGAIMANA MENERAPKAN FACEBOOK FUNNELING dalam contoh menjual life insurance di atas?
Bagaimana cara MENGENERATE INTEREST??
FIRST…
Untuk audience yang masih belum aware, anda bisa membuat content video, misalnya menjelaskan mengapa health insurance itu penting.
Bisa juga Anda membuat content berupa tulisan, misalnya “5 alasan mengapa orang membutuhkan health insurance”, seperti contoh di bawah ini:

Harapannya adalah setelah mereka menonton video atau membaca blog ini mereka akan sadar pentingnya insurance.
Disini anda memberikan mereka VALUE. Anda menjalankan iklan pertama yang mengarahkan mereka ke video atau ke blog tersebut.
Next.. buatlah custom audience, dengan meminta Facebook untuk mengumpulkan orang-orang yang pernah menonton video Anda atau pernah mengunjungi blog Anda.
Custom audience bisa Anda gunakan untuk mentargetkan video kedua.
“Apa harus saya sampaikan dalam video kedua?”
SECOND…
Tawarkan audience simulasi perhitungan insurance cost, dengan meminta nama mereka, email, dan nomer handphone. Jadi disini Anda mendapatkan data audience Anda. Sebagai gantinya, Anda memberikan mereka free value yaitu berupa simulasi insurance.

Langkah ini adalah di mana kita mengumpulkan leads.
(Leads = data audience yang sudah mendaftar dan memberikan nama, email, dsb)
Leads yang meminta simulasi insurance adalah orang yang menunjukkan ketertarikan lebih dalam terhadap insurance dibanding cold audience.
Dengan simulasi insurance ini, mereka jadi punya gambaran berapa premi tiap bulan yang perlu mereka bayar, berapa besar cover yang mereka dapatkan. Dengan adanya gambaran ini, harapan kita adalah mereka lebih siap membeli ketika Anda akhirnya menjual produk insurance ke mereka.
Berikutnya, buatlah custom audience kedua, yaitu orang-orang yang menjadi leads Anda disini.
Selanjutkan Anda bisa buat iklan ketiga dan target custom audience leads ini.
THIRD…
Melalui iklan ketiga, Anda melakukan iklan penjualan.
CONVERT MEREKA MENJADI PEMBELI
Arahkan audience ke sales page yang terdapat tombol beli-nya. Bisa berupa online atau offline.Apabile offline, tawarkan mereka untuk buat janji temu face to face untuk closing.
Itulah 3 langkah yang perlu Anda ambil…
Jadi.. apabila iklan Anda belum berhasil membawa banyak pembeli, mungkin karena Anda melakukan hard selling, dimana bisa terjadi apabila:
- Audience belum mengenal anda,
- Produk Anda bukan produk yang umum jadi audience perlu di-edukasi,
- Produk Anda mahal.
Kalau produk Anda berupa t-shirt yang harganya puluhan/ratusan ribu, Anda bisa langsung menjalankan iklan penjualan tanpa funneling.
Tapi untuk premium product yang harganya jutaan, seperti insurance, anda perlu melakukan funneling untuk mengedukasi mereka lebih dahulu.
TO SUM UP…
Jadi yang kita jalankan adalah funnel seperti ini:

Bawalah audience dari cold, menjadi warm, lalu hot, kemudian convert mereka jadi pembeli.
Ada 3 jenis iklan yang kita harus jalankan:
- Buat mereka dari yang tidak aware menjadi aware.
Anda membuat mereka menjadi sadar bahwa mereka mungkin mempunyai problem atau membutuhkan solusi yang selama ini tidak mereka sadari. Sekali lagi, konten di sini adalah free, Anda fokus memberi value ke audience. - Generate leads.
Targetkan khusus ke audience yang mulai mempertimbangkan jasa atau produk Anda, berikan mereka free content dan sebagai balasannya Anda akan menerima email dan data mereka. - Convert mereka menjadi pembeli.
Di sini, audience Anda sudah sadar dengan problem/solusi dan sudah siap untuk melakukan keputusan membeli. Special offer seperti diskon akan bisa membantu memuluskan proses konversi audience menjadi pembeli.
Inilah contoh penerapan Facebook Funneling di campaign Anda.
Sekarang…. Review lagi campaign Anda apakah Anda perlu membangun funnel untuk menjual produk Anda ke audience.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar